- Impact of Information Technology on Competitive Advantage in Jordanian Commercial Banks (Accounting Information System Effectiveness as a Mediating Variable)
- Tujuan Penelitian
- Mengidentifikasi dampak teknologi informasi terhadap keunggulan kompetitif dan dampak efektivitas sistem informasi akutansi terhadap keunggulan kompetitif di Bank komersial Yordania
- Sistem Informasi Akuntansi
- Sistem akuntansi terkait erat dengan berbagai proses administrasi, karena merupakan salah satu sistem yang paling efisien dalam:
- Memenuhi persyaratan manajemen organisasi
- Meningkatkan tingkat kinerja untuk mencapai target
- Membantu dalam memecahkan masalah
- Menyediakan yang bermanfaat informasi untuk pembuat keputusan yang relevan
- Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi
- Shahin (2012) mencatat bahwa efektivitas sistem informasi akuntansi di setiap organisasi didasarkan pada sarana teknis dan teknologi yang mewakili lingkungan teknis pendukung di organisasi yang diperlukan untuk:
- memantau bahan dan komponen pemrograman serta hasil informasi
- koordinasi dan integrasi antara departemen yang mendukung kegiatan dan menyediakan sistem informasi yang efisien
- kontribusi instrumen teknis dalam mengembangkan fungsi manajemen seperti perencanaan, pemantauan dan pengambilan keputusan.
- Fungsi Teknologi Informasi
- Menyimpan dan memanfaatkan sejumlah besar informasi dalam fungsi dan kegiatan mereka
- Mengurangi biaya
- Meningkatkan tingkat layanan
- Mengambil keputusan yang tepat yang membantu organisasi bertahan dan berkembang
- Impelementasi pada Sistem Informasi Akuntansi :
- Sistem Informasi Akuntansi yang memberikan informasi tentang:
- Arus kas dari dan ke organisas
- Membantu manajemen dalam meningkatkan investasi dan menyediakan likuiditas yang diperlukan untuk menyalurkan sumber daya organisasi
- Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi
- “Sistem informasi akuntansi terkomputerisasi memainkan peran utama dalam memotong biaya medis” - Al-Shbiel dan Al-Dalabeeh (2012)
- “Sistem informasi akuntansi di bank umum swasta Irak efektif dan memainkan peran utama dalam membantu manajemen dalam proses perencanaan, pemantauan dan pengambilan keputusan” - Jill (2010)
- “Lembaga perbankan di Suriah dan menemukan bahwa sistem informasi akuntansi memainkan peran penting dalam mencapai keunggulan kompetitif oleh bank-bank Suriah” - Al-Shehadeh dan Al-Assi (2008)
- “Sistem informasi akuntansi membantu pemotongan biaya dan peningkatan kualitas layanan disediakan oleh bank untuk pelanggan pada sektor perbankan di Yordania” - Al-Shbiel (2011)
- Hipotesis
- H1 : Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk teknologi informasi dalam mencapai keunggulan kompetitif bagi bank komersial Yordania.
- H2 : Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk efektivitas sistem informasi akuntansi pada pencapaian keunggulan kompetitif bagi bank komersial Yordania.
- H3 : Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk teknologi informasi pada efektivitas sistem informasi akuntansi di bank-bank komersial Yordania.
- H4 : Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk teknologi informasi dalam mencapai keunggulan kompetitif ketika ada sistem informasi akuntansi yang efektif di bank-bank komersial Yordania.
- Model Studi
- Populasi Studi
- Populasi Penelitian : Terdiri dari semua bank Yordania (n = 13) yang terdaftar di Amman Stock Exchange (www.ase.com.jo).
- Jabatan : CFO dan wakilnya, manajer audit internal, manajer sistem informasi dan kepala departemen di bank komersial Yordania.
- Validitas dan Reabilitas : Instrumen didistribusikan ke semua individu dari populasi penelitian (n = 65). 59 kuesioner diambil; 3 didiskualifikasi dari analisis karena kondisi mereka yang buruk.
- Jumlah Kuisioner : Jumlah kuesioner yang digunakan dalam analisis statistik adalah 56, atau sekitar 86% dari total
- Instrumen Studi
- Aspek 1 - Variable Independent (Teknologi Informasi) : Manajemen bank berupaya untuk menggunakan teknologi terbaru (jaringan), untuk memastikan kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh informasi secara akurat.
- Aspek 2 - Variabel mediator (efektivitas sistem informasi akuntansi) : Sistem informasi akuntansi bank membantu menjaga keselarasan antara keputusan yang dibuat oleh manajemen dan perubahan dalam lingkungan bank.
- Aspek 3 - Variabel dependen (keunggulan kompetitif) : Manajemen bank berupaya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam rencana bank untuk penetapan harga yang ditargetkan untuk layanan perbankan.
- Reabilitas Instrumen Penelitian
- Reabilitas hasil kuesioner diverifikasi menggunakan uji Alpha Cronbach, yang berjumlah 88% seperti yang ditunjukkan pada tabel ini.
- Analisis Data dan Uji Hipotesis
- H1 (DITOLAK)
- Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk teknologi informasi dalam mencapai keunggulan kompetitif bagi bank komersial Yordania. F = 26,083, yang signifikan pada (0,05)

- H2 (DITOLAK)
- Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk efektivitas sistem informasi akuntansi pada pencapaian keunggulan kompetitif bagi bank komersial Yordania.
- H3 (DITOLAK)
- Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk teknologi informasi pada efektivitas sistem informasi akuntansi di bank-bank komersial Yordania.
- H4 (DITOLAK)
- Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk teknologi informasi dalam mencapai keunggulan kompetitif ketika ada sistem informasi akuntansi yang efektif di bank-bank komersial Yordania.
- GFI, CFI dan RMSEA adalah 0,924, 0,903 dan 0,087, masing-masing, yang semuanya mendekati 1.
- Kesimpulan
- Hasil penelitian menegaskan bahwa ada dampak positif bagi teknologi informasi pada keunggulan kompetitif
- Sistem informasi akuntansi di bank memperkuat pencapaian keunggulan kompetitif yang dicari oleh bank-bank Yordania.
- Semakin efektif sistem, maka kompetitif keunggulan yang dicapai untuk bank komersial Yordania karena
- Membantu pengambil keputusan dengan memberikan informasi yang relevan
- Mengurangi biaya dan waktu (mengarah pada pemotongan biaya)
- Meningkatkan pendapatan
- Menarik lebih banyak klien
- Tujuan Penelitian
- Mengidentifikasi dampak teknologi informasi terhadap keunggulan kompetitif dan dampak efektivitas sistem informasi akutansi terhadap keunggulan kompetitif di Bank komersial Yordania
- Sistem Informasi Akuntansi
- Sistem akuntansi terkait erat dengan berbagai proses administrasi, karena merupakan salah satu sistem yang paling efisien dalam:
- Memenuhi persyaratan manajemen organisasi
- Meningkatkan tingkat kinerja untuk mencapai target
- Membantu dalam memecahkan masalah
- Menyediakan yang bermanfaat informasi untuk pembuat keputusan yang relevan
- Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi
- Shahin (2012) mencatat bahwa efektivitas sistem informasi akuntansi di setiap organisasi didasarkan pada sarana teknis dan teknologi yang mewakili lingkungan teknis pendukung di organisasi yang diperlukan untuk:
- memantau bahan dan komponen pemrograman serta hasil informasi
- koordinasi dan integrasi antara departemen yang mendukung kegiatan dan menyediakan sistem informasi yang efisien
- kontribusi instrumen teknis dalam mengembangkan fungsi manajemen seperti perencanaan, pemantauan dan pengambilan keputusan.
- Fungsi Teknologi Informasi
- Menyimpan dan memanfaatkan sejumlah besar informasi dalam fungsi dan kegiatan mereka
- Mengurangi biaya
- Meningkatkan tingkat layanan
- Mengambil keputusan yang tepat yang membantu organisasi bertahan dan berkembang
- Impelementasi pada Sistem Informasi Akuntansi :
- Sistem Informasi Akuntansi yang memberikan informasi tentang:
- Arus kas dari dan ke organisas
- Membantu manajemen dalam meningkatkan investasi dan menyediakan likuiditas yang diperlukan untuk menyalurkan sumber daya organisasi
- Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi
- “Sistem informasi akuntansi terkomputerisasi memainkan peran utama dalam memotong biaya medis” - Al-Shbiel dan Al-Dalabeeh (2012)
- “Sistem informasi akuntansi di bank umum swasta Irak efektif dan memainkan peran utama dalam membantu manajemen dalam proses perencanaan, pemantauan dan pengambilan keputusan” - Jill (2010)
- “Lembaga perbankan di Suriah dan menemukan bahwa sistem informasi akuntansi memainkan peran penting dalam mencapai keunggulan kompetitif oleh bank-bank Suriah” - Al-Shehadeh dan Al-Assi (2008)
- “Sistem informasi akuntansi membantu pemotongan biaya dan peningkatan kualitas layanan disediakan oleh bank untuk pelanggan pada sektor perbankan di Yordania” - Al-Shbiel (2011)
- Hipotesis
- H1 : Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk teknologi informasi dalam mencapai keunggulan kompetitif bagi bank komersial Yordania.
- H2 : Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk efektivitas sistem informasi akuntansi pada pencapaian keunggulan kompetitif bagi bank komersial Yordania.
- H3 : Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk teknologi informasi pada efektivitas sistem informasi akuntansi di bank-bank komersial Yordania.
- H4 : Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk teknologi informasi dalam mencapai keunggulan kompetitif ketika ada sistem informasi akuntansi yang efektif di bank-bank komersial Yordania.
- Model Studi
- Populasi Studi
- Populasi Penelitian : Terdiri dari semua bank Yordania (n = 13) yang terdaftar di Amman Stock Exchange (www.ase.com.jo).
- Jabatan : CFO dan wakilnya, manajer audit internal, manajer sistem informasi dan kepala departemen di bank komersial Yordania.
- Validitas dan Reabilitas : Instrumen didistribusikan ke semua individu dari populasi penelitian (n = 65). 59 kuesioner diambil; 3 didiskualifikasi dari analisis karena kondisi mereka yang buruk.
- Jumlah Kuisioner : Jumlah kuesioner yang digunakan dalam analisis statistik adalah 56, atau sekitar 86% dari total
- Instrumen Studi
- Aspek 1 - Variable Independent (Teknologi Informasi) : Manajemen bank berupaya untuk menggunakan teknologi terbaru (jaringan), untuk memastikan kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh informasi secara akurat.
- Aspek 2 - Variabel mediator (efektivitas sistem informasi akuntansi) : Sistem informasi akuntansi bank membantu menjaga keselarasan antara keputusan yang dibuat oleh manajemen dan perubahan dalam lingkungan bank.
- Aspek 3 - Variabel dependen (keunggulan kompetitif) : Manajemen bank berupaya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam rencana bank untuk penetapan harga yang ditargetkan untuk layanan perbankan.
- Reabilitas Instrumen Penelitian
- Reabilitas hasil kuesioner diverifikasi menggunakan uji Alpha Cronbach, yang berjumlah 88% seperti yang ditunjukkan pada tabel ini.
- Analisis Data dan Uji Hipotesis
- H1 (DITOLAK)
- Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk teknologi informasi dalam mencapai keunggulan kompetitif bagi bank komersial Yordania. F = 26,083, yang signifikan pada (0,05)

- H2 (DITOLAK)
- Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk efektivitas sistem informasi akuntansi pada pencapaian keunggulan kompetitif bagi bank komersial Yordania.
- H3 (DITOLAK)
- Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk teknologi informasi pada efektivitas sistem informasi akuntansi di bank-bank komersial Yordania.
- H4 (DITOLAK)
- Tidak ada dampak yang signifikan secara statistik untuk teknologi informasi dalam mencapai keunggulan kompetitif ketika ada sistem informasi akuntansi yang efektif di bank-bank komersial Yordania.
- GFI, CFI dan RMSEA adalah 0,924, 0,903 dan 0,087, masing-masing, yang semuanya mendekati 1.
- Kesimpulan
- Hasil penelitian menegaskan bahwa ada dampak positif bagi teknologi informasi pada keunggulan kompetitif
- Sistem informasi akuntansi di bank memperkuat pencapaian keunggulan kompetitif yang dicari oleh bank-bank Yordania.
- Semakin efektif sistem, maka kompetitif keunggulan yang dicapai untuk bank komersial Yordania karena
- Membantu pengambil keputusan dengan memberikan informasi yang relevan
- Mengurangi biaya dan waktu (mengarah pada pemotongan biaya)
- Meningkatkan pendapatan
- Menarik lebih banyak klien
2. Using Information Systems to Leverage Knowledge Management Processes: The Role of Work Context, Job Characteristics and Task-Technology Fit
- Abstrak
- Fokus Penelitian : Pada proses kerja individu tertentu, karakteristik pekerjaan dan persyaratan pekerjaan yang berhubungan dengan pengetahuan antara kesesuaian tugas-teknologi (TTF) dan penggunaan sistem informasi (SI) dalam kegiatan manajemen pengetahuan.
- Bedasarkan Literatur tentang Manajemen Pengetahuan (KM) dan Sistem Manajemen Pengetahuan (KMS) sebuah model diusulkan dan diuji agar berfungsi untuk mengidentifikasi konstruksi yang relevan dan dimensi tersebut dimana menyediakan alat IT
- Faktor-faktor bertujuan untuk mencari tahu hubungan antara TTF dan penggunaan aktual SI untuk tujuan Manajemen Pengetahuan: semakin besar kebutuhan dan peluang untuk melakukan kegiatan terkait pengetahuan, semakin kuat hubungan antara TTF dan penggunaan IS aktual.
- Pendahuluan
- Proses dan tahapan Manajemen Pengetahuan (KM) bertujuan agar organisasi secara kolektif memperoleh, berbagi, dan memanfaatkan pengetahuan untuk mencapai tujuan bisnis.
- Manfaat yang diharapkan dari sistem manajemen pengetahuan biasanya terkait dengan peningkatan fleksibilitas, inovasi, daya tanggap, pengambilan keputusan dan produktivitas.
- Pengetahuan dan Model Manajemen Pengetahuan
- Beberapa penulis memandang pengetahuan sebagai "informasi yang dipersonalisasi", yaitu, informasi yang digabungkan individu dengan pengalaman, konteks, interpretasi dan refleksi.
- Alavi dan Leidner mengidentifikasi sejumlah perspektif dan taksonomi yang terkait dengan pengetahuan seperti:
- Keadaan pikiran yang berhubungan dengan mengetahui dan memahami;
- Objek yang dapat disimpan dan dimanipulasi;
- Proses mengetahui dan bertindak secara bersamaan, yaitu, keahlian terapan;
- Suatu kondisi memiliki akses ke informasi; dan
- Kemampuan yang mencakup potensi untuk mempengaruhi tindakan dan meningkatkan pengambilan keputusan.
- Sistem Manajemen Pengetahuan (KMS) dan Kesesuaian Tugas-Teknologi (TTF)
- Alavi dan Leidner mengemukakan bahwa "informasi dikonversi menjadi pengetahuan setelah diproses dalam pikiran individu, dan pengetahuan itu menjadi informasi setelah diartikulasikan dan disajikan dalam bentuk teks, grafik , kata-kata, atau bentuk simbolis lainnya”.
- Berdasarkan diskusi dan bukti penelitian sebelumnya, kami berhipotesis bahwa teknologi informasi digunakan seseorang untuk mentransfer dan menggunakan kembali pengetahuan akan tergantung pada persepsi antara teknologi dan persyaratan terkait pengetahuan dari tugasnya.
- Karakteristik Pekerjaan dan Potensi Manajemen Pengetahuan
- Penting untuk mempertimbangkan sejauh mana keseluruhan desain pekerjaan seseorang memerlukan kebutuhan dan memberinya kesempatan untuk memperoleh, mentransfer, dan menggunakan kembali pengetahuan.
- Potensi dapat mempengaruhi hubungan antara persepsi yang sesuai dan penggunaan aktual dari sistem informasi dalam proses manajemen pengetahuan.
- Ketika potensi manajemen pengetahuan intrinsik suatu pekerjaan meningkat, memiliki alat yang tepat untuk terlibat dalam proses semacam itu akan menjadi lebih relevan dengan kinerja keseluruhan.
- Dengan demikian, potensi pekerjaan yang lebih besar untuk manajemen pengetahuan menyiratkan dampak TTF yang lebih besar pada kinerja.
- Penulis juga berpendapat bahwa kemanjuran dan keberhasilan jangka panjang KMS tidak hanya bergantung pada karakteristik teknologi, tetapi juga pada resolusi efektif berbagai masalah budaya dan organisasi, integrasi sistem dan proses bisnis pendukung pengetahuan, dan pengembangan metrik untuk mengevaluasi manfaat aktual dari teknologi
- HIPOTESIS
- HIPOTESIS 1: Semakin tinggi persepsi seseorang tentang kesesuaian antara tugas yang berhubungan dengan pengetahuan dan karakteristik sistem informasi (TTF), semakin banyak sistem ini akan digunakan untuk memperoleh, mentransfer, dan menggunakan kembali pengetahuan (IS-KM).
- HIPOTESIS 2 : Potensi untuk manajemen pengetahuan (KM-POT) dalam pekerjaan seseorang memoderasi hubungan antara kesesuaian tugas-teknologi (TTF) dan penggunaan sistem informasi dalam proses manajemen pengetahuan (IS-KM): semakin besar potensi untuk manajemen pengetahuan (KM-POT), semakin kuat efek kesesuaian tugas-teknologi (TTF) pada penggunaan sistem informasi pada proses manajemen pengetahuan (IS-KM)
- HIPOTESIS 3 : Kehadiran variasi keterampilan mungkin juga penting untuk menentukan potensi pekerjaan untuk manajemen pengetahuan.
- HIPOTESIS 4: Karakteristik konteks kerja seseorang (WCXT) akan memengaruhi kebutuhan dan kesempatannya untuk memperoleh, mentransfer, dan menggunakan kembali pengetahuan dalam pekerjaannya (KM-POT).
- HIPOTESIS 4a: Efek konteks kerja (WCXT) pada potensi manajemen pengetahuan (KM-POT) akan sepenuhnya dimediasi oleh karakteristik pekerjaan (JC).
- HIPOTESIS 4b: Semakin besar dukungan konteks pekerjaan seseorang untuk kegiatan yang relevan dengan pengetahuan, pekerjaannya akan semakin kaya.
- Alur Model dan Hipotesis
- Analisis dan Hasil
- Karena efek moderasi dan mediasi yang diusulkan dalam model, dan ukuran sampel yang cukup kecil, model diuji dalam dua langkah, menggunakan analisis regresi linier hirarkis yaitu :
- Pada langkah pertama, kami menguji mediasi hubungan antara konteks kerja (WCXT) dan potensi untuk manajemen pengetahuan (KM-POT) oleh karakteristik pekerjaan (JC).
- Langkah kedua terdiri dari tes efek moderasi KM-POT pada hubungan antara kesesuaian tugas-teknologi dan penggunaan IS untuk meningkatkan aktivitas yang berhubungan dengan pengetahuan.
- Untuk menguji efek mediasi JC, dilakukan..
- Pertama melakukan regresi WCXT pada KM-POT. Hasil terakhir ini mengkonfirmasi efek mediasi penuh yang dihipotesiskan dalam H4a, serta hubungan positif antara WCXT dan JC yang diusulkan dalam H4b.
- Bagian kedua dari analisis adalah tes efek moderasi KM-POT pada hubungan antara TTF dan IS-KM. Hasil ini sebagian mengkonfirmasi hubungan yang dihipotesiskan. Efek langsung positif dari FITInfo dan FITCom pada IS-KM memberikan dukungan untuk hipotesis H1.
3. A joint resource-aware and medical data security framework for wearable healthcare systems
- Internet of Medical Things (IoMT)
- Internet of Medical Things (IoMT) adalah sebuah sistem node yang terasosiasi dengan industry medis dan aplikasi yang bertujuan untuk menawarkan servis alat kesehatan yang lebih baik.
- Unsur keamanan adalah kunci utama dalam servis layanan kesehatan berbasis IoMT
- Asuransi Kesehatan Portabilitas dan Akuntabilitas Act (HIPAA) menyatakan bahwa jaringan komunikasi harus aman sehingga informasi yang berharga tidak boleh diperoleh oleh pengguna illegal.
- Kerugian akibat data secara ilegal dalam sistem perawatan kesehatan berbasis IoMT :
- Arsitektur internet layanan medis dan perawatan kesehatan berbasis sistem jarak jauh
- Resiko keamanan dan privasi untuk sistem tele-healthcare.
- Penggunaan Sistem Kesehatan Wearable
- Adaptive-care provisioning
- Aplikasi mesin dan aplikasi perawatan kesehatan berbasis artificial intelligence menjadi kunci revolusi domain perawatan kesehatan yang otomatis dan adaptif.
- Remote health monitoring
- Pemantauan kesehatan pasien berbasis seluler memiliki kemampuan yang mumpuni untuk manajemen kejadian yang terpisah dan berkelanjutan.
- Stroke restoration
- Beberapa pasien dapat menggunakan fitur video conferencing untuk mengirim informasi medis jarak jauh untuk meningkatkan viabilitas, efektivitas, dan tingkat telerehabilitasi untuk pasien stroke.
- Wireless capsule endoscopy
- Menignkatkan sistem perawatan kesehatan, untuk mentransfer semua informasi seperti sinyal fisiologis, video dan sinyal gambar.
- Emergency healthcare
- Memfasilitasi pasien dan dokter dengan memberikan pengobatan yang efisien untuk kasus penyakit kardiovaskular darurat, terutama serangan jantung
- Healthcare management
- Tele-presence adalah faktor kunci dalam manajemen sistem perawatan kesehatan neuro-computing di industry medis.
- Smart homes
- Sistem automasi pada smart homes efisien untuk mengendalikan peralatan edis atau perangkat yang dapat dipakai / dipasang jarak jauh melalui ponsel
- Clinical decision support systems
- Kesenjangan antara indikasi superlatif dari uji coba dan kejadian sebenarnya dalam penelitian perawatan kesehatan telah mendorong organisasi global untuk meningkatkan pemahaman secara aman dan efisien
- Telemedicine systems
- Telemedicine adalah salah satu parameter penting untuk pemantauan kesehatan di berbagai departemen pasar medis yang memiliki manfaat signifikan dari kemajuan sistem layanan kesehatan.
- Monitoring of old-age patients
- Berfokus pada fasilitas pengasuhan pasien usia tua dan lansia, baik di lokasi jauh maupun dekat.
- Syarat Privasi dan Keamanan Alata Kesehatan berbasis Internet of Medical Things (IoMTs)
- Mekanisme security key-generation berbasis fisiologis untuk meningkatkan aspek keamanan dalam aplikasi medis.
- Hubungan antara jumlah security keys dan optimalisasi sumber daya
- Trade-of antara Panjang Pesan dan Optimalisasi Sumber Daya.
- Hubungan antara jumlah rounds dan optimalisasi sumber daya.
- KESIMPULAN
- Kerangka kerja perawatan kesehatan berbasis IoMT yang diusulkan (generasi security-key) membutuhkan waktu pemrosesan dan konsumsi energi yang lebih sedikit dibandingkan pendekatan lainnya yang dibandingkan.
- Kerangka yang diusulkan juga menawarkan trade-of antara keamanan dan konsumsi sumber daya dalam skenario real-time rumah sakit.
4. PROCESS BASED AGILE SUPPLY CHAIN MODEL ACCORDING TO BPR AND IDEF 3.0 CONCEPTS
- ABSTRAK
- Pertumbuhan dan Kelangsungan hidup organisasi bergantung pada metode, perencanaan, dan pelaksanaan rencana yang sistematis dan efektif. Rekayasa Proses Bisnis berperan dalam merancang strutur organisasi, identifikasi yang sesuai, definisi dan pemetaan proses kunci. Diperlukan perancangan model berasis proses untuk mencapai rantai pasokan yang tangkas
- Pendahuluan
- Organisasi saat ini semakin didorong tiga C (Customer, Competition, dan Change)
- Rantai pasok berperan sangat penting dalam menjaga Organisasi unggul di ketiga bidang tersebut
- BPR berperan dalam membentuk proses rantai pasok yang optimal
- Definisi Proses Bisnis
- Pall (1987) percaya bahwa proses bisnis melibatkan kombinasi orang, peralatan, energi, peralatan, dan sebagainya untuk mencapai tujuan tertentu.
- Murray (1991) menempatkan penekanan yang lebih besar pada efektivitas dan mengusulkan bahwa proses bisnis melibatkan kombinasi fungsi atau tugas, yang dapat diintegrasikan untuk menciptakan produk dan layanan.
- Konsep IDEF0
- Keinginan Angkatan Udara AS untuk mengurangi biaya dan waktu memimpin dengan membantu industri kedirgantaraan dalam upaya modernisasi dibuktikan dalam banyaknya program "Tech Mod" (Teknologi Modernisasi)
- Akar IDEF mulai terbentuk ketika Angkatan Udara, dalam menanggapi identifikasi kebutuhan untuk meningkatkan operasi manufaktur, mendirikan program Computer-Aided Manufacturing (ICAM) Terpadu pada pertengahan 1970-an.
- Metodologi ini akan digunakan sebagai pendekatan yang teratur untuk menganalisis suatu perusahaan, menangkap model-model proses “sebagaimana adanya”, dan untuk kegiatan pemodelan (unit-unit organisasi) dalam suatu perusahaan.
- Value of Chain
- Porter menganjurkan menggunakan analisis rantai nilai daripada analisis nilai tambah sebagai pendekatan yang lebih baik untuk mempelajari hasil ekonomi dan kelembagaan dari penggunaan teknologi.
- Venkatraman (1991) mengadopsi kerangka rantai nilai dalam diskusinya tentang "rekonfigurasi bisnis yang diinduksi TI."
- Scor Model
- Kerangka konseptual dirancang berdasarkan rantai nilai porter dan model SCOR
- Saat ini, banyak perusahaan telah mengakui model Reference-Chain Operations Reference (SCOR)
- Framework Konseptual akan Process Based Agile Supply Chain (PBASC)
- Perkembangan paralel di bidang Agile dan SCM menyebabkan pengenalan rantai pasokan tangkas (misalnya Harrison et al. 1999, Christopher 2000).
- Agility dalam rantai pasokan, menurut Is-mail Sharifi (2005), adalah kemampuan rantai pasokan secara keseluruhan dan anggotanya untuk secara cepat menyelaraskan jaringan dan operasinya untuk kebutuhan pelanggan yang dinamis dan bergejolak.
- Framework untuk Supply Chain Agility
- Kerangka yang diusulkan mengadopsi pandangan berbasis proses dari rantai pasokan organisasi, yang terdiri dari empat proses utama: pengembangan produk baru, sumber, manu-facturing, dan pengiriman (Cohen dan Mallik, 1997; Zhang et al., 2002; Rayport dan Sviokla , 1995; Porter, 1998).
- Langkah Riset
- Mengikuti metodologi survei Quivy dan Campenhoudt (1988), untuk mengembangkan model kami melakukan tiga langkah seperti yang ditunjukkan pada fig8.
- Peneliti mengambil data ke 22 responden target yang merupakan penanggung jawab rantai pasok komersil dan akademisi
- KESIMPULAN
- Berdasarkan tinjauan pustaka, pengembangan teori, dan komentar ahli, penelitian ini memberikan wawasan bagi perusahaan manufaktur yang merancang, melaksanakan, dan berpartisipasi dalam rantai pasokan.
- Penelitian ini menyediakan kerangka kerja untuk memahami rantai pasok berbasis proses (PBASC)



















link nya naufal bagus deh
ReplyDeleteterimakasih banyak naufal ramadhan atar review jurnalnya, sangat membantu
ReplyDeleteTerimakasih Saudara Aulia Sena, blog Anda juga sangat menginspirasi !
DeletePertahankan ya naufal
ReplyDeleteTerimakasih bapak Naufal, sangat bermanfaat untuk dunia MIS
ReplyDeleteWah Bryant teman Lab ku !! Terimakasih sobat haha !!
DeleteNaufal inspirasiku!
ReplyDeletePanutan qu
Delete